Mencintai seseorang itu seperti anugerah yang terkadang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Mulut ini terlalu berat untuk memberikan alasan mengapa kita bisa mencintai seseorang yang padahal notabennya dia bukan sama sekali type orang yang kita cari. Yaa, mencintai tidak perlu alasan.Jadi jangan pernah bertanya mengapa kita bisa mencintai seseorang. Jangan pernah bertanya mengapa seorang Ibu rela mempertaruhkan nyawanya hanya untuk seorang anak yang sering membuat Ia menangis. Jangan pernah bertanya mengapa seorang Ayah rela berpeluh keringat dan tidak ada letihnya mencari nafkah hanya untuk sesuap sushi (loh?) sesuap nasi maksudnya hanya untuk anaknya yang sering membohonginya.
Honestly, menurut saya pada prinsipnya mencintai itu seperti musik yang saya dengarkan setiap hari. Alunan yang bisa membuat saya terbang keawang-awang atau jatuh ke lubang yang sangat dalam. Membuat hari-hari berwarna seperti pelangi yang muncul setelah hujan atau seperti berada diruangan kosong and wherever the eye could see only see the white light. Holyyyyyy....
Dulu, waktu SMA sebagian besar perempuan sudah memikirkan siapa lelaki yang akan menjadi jodohnya. Segelintir ucapan anak-anak bersergama putih abu-abu yang sangat konyol sering terdengar.
'Klo kita pacaran sama dia, berarti kita juga pacaran sama keluarganya'
Hellyeah! Absolutely agree with it.
Terdengar cupu sepertinya, tapi yah memang begitu adanya. Menyayangi seseorang yang komplex. 1 paket. Without exception.
Dan ada 1 hal lagi yang menggambarkan betapa kita menyayangi orang yang kita sayang. Belajar mencintai apa yang dia cintai. Terdengar mudah saat dibicarakan. Tapi saya berani bertaruh, ketika kamu belajar mencintai hal-hal baru yang mungkin akan membuatmu bosan itu suatu hari nanti menjadi sesuatu yang berguna.
Sepak bola.
Yess! Itu. Sepakbola. Sekali lagi, SEPAK BOLA.
Begitu mendengar atau mengucap kata Sepak Bola, yang ada diotak saya ketika masih sekitar berumur 8 tahun adalah Juventus. Inzaghi. Del Piero. Liverpool. Owen. Beckham. Ganteng. Dan sekarang adalah. Bola. Bundar. Direbutkan berpuluh-puluh orang selama 45 menit x 2 = 90 menit. Buang-buang tenaga. Keringat. Panas. Males ah. ENGGAK BANGET!
Peduli setan dengan Si Gurita aneh entah datang dari planet mana yang bisa meramalkan team mana yang akan menang dengan cara memilih bendera. I think it just waste my time and its soooo non sense. Binatang gitu loh! Masa iya manusia berakal dan berpendidikan seperti kita percaya sama binatang. Sirik! Neraka!
Okelah, lupain soal si gurita. Btw, anyone of you remember the name of the octopus? I forgot. Paul maybe? Or Squitword? lol
Siapalah dia ya..
Sekitar 5 bulan terakhir ini saya sedang belajar mencintai apa yang dicintai oleh orang yang saya cintai. Manchester United dan tetek bengeknya.
Hampir setiap hari saya cari tahu apa MU itu? Kapan sih MU tanding lagi? Sebutan fans clubnya? Nama pemain MU yang famous? Dari Twitter, Facebook, Wikipedia, Google. Semua media yang saya anggap mengerti dan akan memberikan semua info yang saya ingin tahu. Hampir setiap pertandingan MU teman-teman saya mengganti Display Picture mereka dengan foto MU, dan secepat mungkin saya simpan terkumpul di satu albuk khusus. Lagu Manchester United yang Glory-glory itu? Juga tersimpan manis di MP3 handphone saya.
Mungkin terlihat dadakan atau terkesan ikut-ikutan? Seperti tiba-tiba semua wanita yang tadinya tidak menyukai persepakbolaan Indonesia semuanya berbondong-bondong menonton pertandingan secara langsung. Kalau ditanya semua mempunyai jawaban yang sama. ' Yang main ganteng-ganteng'
Itu manusiawi. Kami wanita normal yang setiap laki-laki berkeringat dan terlihat jantan akan meleleh. Curhat ini sedikit frontal, tak apalah.
Saya lebih suka spontan karena terlihat lebih jujur dan apa adanya.
Sekarang, saya sedang gencar-gencarnya menyukai pemain Manchester United yang bernama Rafael. Setelah diberi tahu oleh 'dia' ternyata si unyu Rafael ini kembar. Fabio. Nomor punggung mereka juga hanya berbeda 1 ankga. 20 dan 21.
Sebelum Rafael, saya sempat mengetahui sedikit tentang Ryan Giggs dan Rooney. Yah, hanya tau sedikit kalau mereka pemain hebat. Hahahaha
Apapun itu, yang pasti sedikit perubahan saya terhadap sepak bola ini membuat seseorang merasa dihargai atau senang mungkin karena apa yang dia sukai pelan-pelan saya sukai juga. Tanpa bohong sedikit pun, saya mulai menyukai bola saat ini. Adrenalin ini sedikit bergetar setiap melihat bola yang ditendang meleset sedikit dari gawang dan ada kekecewaan disitu. Sukses ya kamu sayang bikin aku suka, huh!
Pembicaraan kecil antara saya dan abang saya yang juga menyukai MU
P : Da, Barca itu pemain mana ? (ngakak aja ga papa)
M : Itu bukan pemain dek, itu nama club (ngakak puas banget dia!)
Mungkin saat itu, dikepala abang saya adalah.. Kasian adek gw, kemana aja lo slama ini ??
Oh baiklah, saya terlihat cupu dan tolol sekali. Terima kasih atas kemaklumannya. Tertanda, Kaum awam.
Terkadang, saya ingin sekali menjadi Manchester United. Ditunggu dan setiap MU menang pasti dia senangnya minta ampun! 24 jam bisa baiiiiiik banget. Manis. Iya, saya cemburu!
Setiap pertandingan MU berlangsung atau hasil pertandingan yang menyatakan bahwa MU menang dengan cepat dia meng-update status entah di Twitter atau di Facebook memperlihatkan bahwa dia fans sejati yang sangat bangga akan team kesayangannya menang.
You can find him and it at http://twitter.com/#!/Iqbal8balls
Saya berfikir entah kapan suatu hari nanti, saya menggunakan kostum pemain bola lengkap dengan kaos kaki panjangnya selutut seperti pelajar Korea bermain bola didepan matanya. Konyolkah? Tolong, jangan dibayangkan!
Kamis, 24 Februari 2011
Rabu, 23 Februari 2011
I Will Be
There's nothing I could say to you
Nothing I could ever do to make you see
What you mean to me
All the pain, the tears I cried
Still you never said goodbye and now I know
How far you'd go
I know I let you down
But it's not like that now
This time I'll never let you go
I will be, all that you want
And get myself together
Cause you keep me from falling apart
All my life, I'll be with you forever
To get you through the day
And make everything okay
I thought that I had everything
I didn't know what life could bring
But now I see, honestly
You're the one thing I got right
The only one I let inside
Now I can breathe, cause you're here with me
And if I let you down
I'll turn it all around
Cause I would never let you go
I will be, all that you want
And get myself together
Cause you keep me from falling apart
All my life, I'll be with you forever
To get you through the day
And make everything okay
Cause without you I cant sleep
I'm not gonna ever, ever let you leave
You're all I've got, you're all I want
Yeah
And without you I don't know what I'd do
I can never, ever live a day without you
Here with me, do you see,
You're all I need
And I will be, all that you want
And get myself together
Cause you keep me from falling apart
All my life, I'll be with you forever
To get you through the day
And make everything okay
-Avril Lavigne-
Nothing I could ever do to make you see
What you mean to me
All the pain, the tears I cried
Still you never said goodbye and now I know
How far you'd go
I know I let you down
But it's not like that now
This time I'll never let you go
I will be, all that you want
And get myself together
Cause you keep me from falling apart
All my life, I'll be with you forever
To get you through the day
And make everything okay
I thought that I had everything
I didn't know what life could bring
But now I see, honestly
You're the one thing I got right
The only one I let inside
Now I can breathe, cause you're here with me
And if I let you down
I'll turn it all around
Cause I would never let you go
I will be, all that you want
And get myself together
Cause you keep me from falling apart
All my life, I'll be with you forever
To get you through the day
And make everything okay
Cause without you I cant sleep
I'm not gonna ever, ever let you leave
You're all I've got, you're all I want
Yeah
And without you I don't know what I'd do
I can never, ever live a day without you
Here with me, do you see,
You're all I need
And I will be, all that you want
And get myself together
Cause you keep me from falling apart
All my life, I'll be with you forever
To get you through the day
And make everything okay
-Avril Lavigne-
I Prefer To Call Her As a Sister (Part I)
1 batang rokok yang saya rencanakan untuk memulai untuk menulis sudah habis begitu saja. Maaf nya Calvin Jeremy pun sudah saya putar selama 4x berturut-turut dan saya baru mulai menulis sampai pada playlist urutan ke 7. Mungkin, untuk menulis kali ini tidak dibutuhkan shuffle-an mp3 yang mendayu-dayu serta mellow. Dan lagu seperti Rihanna yang beritme ria ini justru bikin semangat.
Didepan mata saya sedang terdapat pemandangan yang sangat menyenangkan, menurut saya. Yeah, teman saya sedang tertidur pulas. Mungkin baru sekitar 5 menit memasuki dunia tidur. But for sure, She's got dream right now. Ngomong-ngomong soal mimpi, semua orang pasti pernah bermimpi tentang semua hal. Salah satu mimpi yang pernah saya dapat adalah mimpi dimana saya sendiri yang memakai baju berwarna hitam dan semua orang yang saya kenal berada disekitar saya memakai baju putih. Sekali lagi, semua orang yang saya kenal ada disitu. Tidak terkecuali. Dan itu terjadi selama 2 malam berturut-turut. Nightmare? Saya kurang begitu yakin. Yang pasti, saya senang dalam mimpi saya itu semua orang yang sudah lama tidak saya jumpai ada disitu. Berkumpul, saling berpelukan, dan menangis. Menangisi saya kah? I don't think so.
Bisa dibayangkan betapa kalutnya saya saat bangun dari tidur dan mengingat mimpi itu. Lalu pendapat beberapa orang yang ada disitu ketika saya tanya artinya? Hanya bisa saling bertatap muka dan semua jawaban saya terima sama. ' Ga ada yang salah, namanya juga mimpi' That's all.
Fine! Saya berusaha melupakan semua mimpi yang absurd dan abstrak itu. Namanya juga mimpi.
Sampai saya bertanya pada seorang teman yang mungkin bisa memberi jawaban yang berbeda. And yess, I got it. ' Tuh Put, mungkin aja tegoran. Solat udah jarang kan? Nyaris ga pernah '
It sounded like a thousand knives stabbing me from all directions. Just....oh no!
Setiap mengingat kalimat itu, dan saat itu juga saya teringat akan ribuan pisau dari segala arah.
Ohwell, kita beralih pembicaraan tentang pertemanan, persahabatan, dan persaudaraan.
Saya sedang ditemani Flo Rida-Club Can Handle Me dan bunyi orokan dari teman saya yang sedang tertidur pulas. Oiya, sedikit intermezo. Teman saya yang satu ini sedikit lucu. Entah mengapa untuk menghilangkan kebiasaan me-ngorok-nya itu sampai dia mendatangai seorang Kiyai. Dia selalu membawa tasbih yang diberikan guru spiritualnya itu kemanapun dia pergi. Yah, it works..sometimes. And i called it by Jimat. Hehe
Menurut kamu apa itu teman?
Bagaimana seseorang bisa dikatakan sebagai teman?
Dan apa yang menjamin seseorang bisa dikatakan sebagai teman sejati?
Anyone? Anytwo? Anythree?
Saya tidak tau pasti tentang jawaban atas pertanyaan saya tadi. Too much to say.
Yang saya tau, sekarang, saat ini, mempunyai teman yang mungkin lebih tepatnya disebut sebagai saudara. Karena mereka lebih dari arti teman.
Salah satu teman (baca: saudara) yang saya miliki sangat mempunyai kepribadian yang sangat menyenangkan. Sesosok perempuan yang mandiri, humoris, kocak dan sedikit gokil.
Salah satu sifat kegokilannya adalah entah mengapa semenjak 8 bulan terakhir dia mempunyai pacar baru sifatnya sedikit berubah. Saya menyayangi ketika saya mendapati, teman saya bukan dia yang dulu. Yang kuat, yang bisa mengontrol semuanya. Mungkin benar kata orang, beda rasa beda cara. Sekarang, dia seperti mempunyai kepribadian ganda. Loh! Serius nih ga becanda! Bahkan dia sendiri mengakui bahwa dia sekarang sedikit aneh akan dirinya sendiri.
B : Kayanya di kepalaku tuh sekarang ada angle sama devilnya deh Put...
P : Hah? Horor!
Pembentuk karakter angle dan devil ini tidak lain dan bukan adalah si pacar. Si pacar dengan tidak sengaja dan dengan tidak sadar telah membentuk karakter teman saya yang sebentar lagi akan wisuda. Congrats for youre graduate btw pretty ( :
Entah karena si pacar terlalu keras atau mungkin karena si dianya yang sangat menghormati si pacar. Apapaun alasannya saya sangat sedih atas apa yang terjadi sama teman saya satu ini. Pacaran itu bikin hati tenang, bukan untuk pusing atau untuk dibikin stress. Oops, maaf mungkin pernyataan saya ini hanya pendapat saya saja. Tanpa mengurangi rasa hormat sedikit pun, saya tetap mendukung segala bentuk apapun yang bikin orang disekeliling saya bahagia. Dengan caranya.
Saya hanya ingin memberitahu sedikit hal kepada semua laki-laki yang merasa sebagai laki-laki diluar sana. Sedewasa apa pun kami dimata kalian, kami tetap sesosok perempuan kecil yang butuh dimengerti. Diperhatikan. Diberi kasih sayang dengan tulus. Kami ga butuh uang kalian, kami ga butuh hadiah-hadiah dari kalian. Dengan mengucap janji bahwa kalian akan selalu ada buat kami dalam kondisi apa pun kami bisa sangat bersyukur. Kami dengan segala kesadaran bahwa janji tidak semua ditepati, tapi setidaknya kalian telah berusaha membuat kami bahagia. 1 hal, sejahat-jahatnya kami sebagai perempuan setidaknya kami selalu memandang segala hal dengan hati kami. Itulah sebabnya kami lebih mudah tersinggung, lebih mudah menangis, lebih mudah merasakan hal-hal kecil yang kami anggap sepele menjadi sangat penting.
Kalian pasti tidak pernah berfikit bagaimana bahagianya kami ketika kami dicari, dibutuhkan, dirindukan, dianggap ada. Ini akan terlihat 'lebay' ketika kami akan tersenyum sepanjang hari saat membuka mata melihat HP dan melihat berpuluh-puluh SMS dari provider dan terdapat 1 sms saja dari laki-laki yang kami sayang mengucapkan 'Pagi sayang... Have a good day yah..' It feels like WAW! dan tanpa sadar kami akan berterima kasih kepada Tuhan karena kami telah menemukan seseorang yang bisa memberi kami semangat. Rasanya seperti saat membuka mata laki-lakai itu ada didepan mata. Dan dia satu-satunya orang yang kami lihat, pertama kali.
See? how precious you are in our eyes? in our lives?
Terlihat seperti emosi ya?
Well, semoga dengan Sampoerna kali ini tulisan saya bisa sedikit 'bener'. Amen for that.
Oh iya, saat ini saya sedang mendengarkan Owlcity-Fireflies. Saya sangat merindukan lagu ini terdengar dari handphone saya yang menunjukkan sang kekasih menelfon. Tapi semua teratasi, baru saja saya berbicara dengan dia yang jauh dimata sana. Hanya 1:43 menit dan percakapan kecil untuk membangunkannya dari tidur untuk menonton pertandingan Manchester United yang dia sayangi. Oke, dia selingkuh!
Saya kurang bisa menemukan jati diri saya yang sesungguhnya seperti apa. Terlalu mudah dihasut itu yang membuat saya kurang punya prinsip hidup. JANGAN DITIRU!
Terkadang cengeng, kadang masa bodoh, kadang kuat, kadang cuek, kadang stress.
Disaat kita dalam keadaan baik-baik saja dan orang lain terkena musibah kita dengan mudah memberi saran semau udel kita tanpa memikirkan perasaan orang yang kita beri saran. Perkataan menusuk, menyakitkan hati sering keluar begitu saja tanpa sadar. Begitu juga saya, sering lepas kontrol saat memberi saran. Tapi justru itu yang membuat sadar seseorang. Dengan cara yang lembut atau pelan bukan membuat orang yang terkena masalah akan sadar justru akan menambah kemunafikan. Tapi semua kembali kepada si yang terkena masalah. Mau kita memberi saran sambil menodong pisau paling tajam pun, semua hasil tergantung pada pendengar. Teman yang baik hanya bisa membantu menyadarkan. Bukan menjerumuskan.
Disitulah letak tolong menolong. Menolong keluar dari masalah atau justru lebih memasukkan ke masalah yang lebih dalam. Segala bentuk tolong menolong yang tidak bisa disebutkan satu persatu pun telah sangat sering terjadi. Hal yang terlihat sepele tapi sangat penting buat saya dengan seseorang, saya type orang yang suka 'titip donk' dan yang lebih sering adalah dalam hal titip pulsa. Mungkin dimata seseorang yang bisa membantu saya sangatlah sepele, tapi tanpa dia sadari dari hasil menolongnya itu bisa membuat orang lain bahagia. Bukan hanya saya, tapi seseorang yang akan saya hubungi. Sepele kan? Tapi setelah itu, semua bahagia. Contoh lain, disaat saya jatuh dalam keadaan yang dimana tidak ada 1 orang pun bisa membikin saya tenang. Dalam keadaan apa pun dia saat itu, entah SMS nya tidak dibalas oleh pacarnya atau sibuk mengurusi suatu hal yang mempengaruhi masa depannya. Dia sangat serta merta mengajak saya untuk keluar sekedar melepas beban yang ada untuk hahahihi bersama. Dan tentunya masih sangat banyak lagi hal lain yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu.
For you're information...
Dia, yang saya bicarakan tadi sekarang sedang memeluk guling dengan erat menghadap ke sebelah kanan dengan mata tertutup. Terlihat sangat lelap dan sedang menikmati mimpinya.
![]() |
| At Hoka Hoka Bento 16 Juni 2010 - Bela's Birthday Party |
Itulah arti teman, mungkin saya tidak menyebutnya sebagai teman. Tapi saudara. Disaat kamu harus terpisah jauh dari orangtua, keluarga, pacar dan hanyalah teman yang akan bisa membantumu dalam segala hal. Ah! Saya tidak akan pernah menyebut orang lain sebagai teman kalau dia hanya selalu mengaggap kita ada dalam keadaan jatuh saja. Teman itu ada dalam suka dan duka. Saudara? Mereka tau kapan kita tersenyum dibalik kepahitan dan dia juga tahu kapan kita menangis dibalik tawa riang. Hanya mereka (saudara)-lah yang bisa menerima keadaan kita bagaimanapun saat itu.
Bela Monalisa Nurbaety SH a.k.a Bela atau Lisa
Bangga dan senang bisa dan pernah mempunyai kamu dihidupku sampai saat ini. Sedih rasanya kalau suatu hari nanti harus berpisah demi masa depan masing-masing. Sedikit lebay bel, tapi beneran nih aku sayang kamu! Jangan lupain masa-masa kita kehujanan dari Saphire atau masa-masa stress kamu waktu TOEFL atau masa-masa kamu ketiduran dikamarku trus baru bangun ajm 5 subuh hehe tetep jalanin apa semua yang bikin kamu seneng. Jgn lupa! Cuma kamu yang tau gimana caranya bikin kmu seneng. 1 lagi, ga cape apa terlihat kuat setiap saat? Nangis tanpa peduliin apa kata orang itu penting. Cewe boleh tegas kok bel, selama tau batasannya aja. Sukses dunia akhirat yah sayang... Dijaga Blackberry barunya. Oiya, slamat datang didunia autis :p
Boleh nangis dikit kan? Mumpung kamu ga liat hihi
Oh my Long Distance Relationship, be nice please every single time.
And this delightful courtship must be passed with great patience. Patience of time that may rarely brought us together. Patience of all the things that may often occur with a lie that does not happen accidentally. I emphasize once again, perhaps.
I do not know for sure, when I started to not like movies that smelled of romantic drama. All talked about a couple and then there are problems that threaten their relationship is over but always end up happy endings. All governed by the makers of the film itself.
If only the lives of all people like that. Very easy to pass, because we both know what will happen at the end of the story. Unfortunately, all may not like what we want. There should be efforts to get something we want.
Perhaps with patience that I have to pass this LDR will bear fruit sweet someday. Amen to that.
Back to film the romantic drama. It would be very sad when you see a very large screen that contains a pair of lovers are laughing together, telling stories about their daily lives together, discussing something that may seem trivial, go together, cry on the shoulders of those we love, holding hands, hugging, eating night with the sky and watched the stars. Ah, very excruciating for me. Even the fight scenes I really hate, even though they were fighting at least they can still solve the problem together with the fixed face each other eye. Can be seen that unity was paramount
It's only a handful of minor problems that I often encounter and sometimes makes me want to slash all of this pulse. Too torture and ill.
At one day I was asked by someone:
Q: Do you have a boyfriend?
A: Yess, I do.
Q: Never seen together everywhere?
A: Yes, weare LDR. He was in Malaysia.
Q: So you're dating the same cell phone huh? Pity on you.
I really wanted to throw my couch then sit on his head. Although it had thought about what he is talking about is true. I'm going out with a mobile phone. Whether this is funny or sad, for sure I just know it felt, how wonderful it through the day with people I love in a different way. Maybe this will sound a bit funny, this is not for the first time I LDR, but already the 3rd time. People around me are used to seeing me like this. To smile myself because reading a message from my boyfriend. Not because given a surprise such as flowers, chocolates or maybe make a song for his girlfriend. This is just a post that may be easily forgotten.
Call me crazy. Because too often stand the plight of this once pleasant. I always thought that the advantages of LDR is that I freely go with my friends wherever I want. Not necessarily always there every time. Well, it is also important but at least there must be feeling bored if every day were always together. And the important thing is to not realize I did not try to add the sin that has been piling up. LOL
And again the statement made everyone around me appreciate what I go through this.
When these are the moments where I'm missing people I love are deep in those eyes. The distance that I think could kill me slowly started to make me comfortable. I do not know why. Maybe because it used to. One day, suddenly I'm thinking with the phrase 'Can Because Familiar' maybe it's also what makes me have been living with this condition. Although I live in the most dismal periods. Why gloomy? Because every night I spent weeks with the faithful in front of the laptop just to kill time by writing a blog or just online in various other social networks. I know it's fun.
Lately I often haunted by dreams about him. Despite all the dreams it's fun and happy ending, but somehow I would often wonder what the purpose of the dream. From the dream where we were holding hands while watching the concert together, laughed off the coast, or the dreams that we contain only meet each other without talking at all.
And for the umpteenth time as well, I really hate it, oh no envy more precisely every see couples who are very intimate in front of my face. Sometimes I think 'when I can like it, do not need every day, do not need 24 hours, I only took 1 hour just to spend time with people I love. When? When? When? '
Not only me who often felt anything like it, he really is. He always says' if I could cry I'll definitely cry, how to cry? Please teach me. I want to cry '
I can only cry every read this notice. Maybe too heavy for him who first underwent LDR. I really understand it. And I really appreciate what he've done for 5 months. Without complaining, without tears, and loyal. Because that's all I need. Interdependence, trust each other, ongoing communication, and always optimistic about what we do is not be in vain.
I do not care about the survey results that prove that a successful Long Distance Relationship only 2%. Then where 98%? Well, hopefully, I will include from 2% earlier.
Faithful love is beautiful ...
All are served with either bound to receive good results as well.
Keep what you got well. Do not mind or distance or differences. Remember! Everyone has strengths and weaknesses. Your excess to cover the shortage of others, and vice versa.
Be good ya all ...
I do not know for sure, when I started to not like movies that smelled of romantic drama. All talked about a couple and then there are problems that threaten their relationship is over but always end up happy endings. All governed by the makers of the film itself.
If only the lives of all people like that. Very easy to pass, because we both know what will happen at the end of the story. Unfortunately, all may not like what we want. There should be efforts to get something we want.
Perhaps with patience that I have to pass this LDR will bear fruit sweet someday. Amen to that.
Back to film the romantic drama. It would be very sad when you see a very large screen that contains a pair of lovers are laughing together, telling stories about their daily lives together, discussing something that may seem trivial, go together, cry on the shoulders of those we love, holding hands, hugging, eating night with the sky and watched the stars. Ah, very excruciating for me. Even the fight scenes I really hate, even though they were fighting at least they can still solve the problem together with the fixed face each other eye. Can be seen that unity was paramount
It's only a handful of minor problems that I often encounter and sometimes makes me want to slash all of this pulse. Too torture and ill.
At one day I was asked by someone:
Q: Do you have a boyfriend?
A: Yess, I do.
Q: Never seen together everywhere?
A: Yes, weare LDR. He was in Malaysia.
Q: So you're dating the same cell phone huh? Pity on you.
I really wanted to throw my couch then sit on his head. Although it had thought about what he is talking about is true. I'm going out with a mobile phone. Whether this is funny or sad, for sure I just know it felt, how wonderful it through the day with people I love in a different way. Maybe this will sound a bit funny, this is not for the first time I LDR, but already the 3rd time. People around me are used to seeing me like this. To smile myself because reading a message from my boyfriend. Not because given a surprise such as flowers, chocolates or maybe make a song for his girlfriend. This is just a post that may be easily forgotten.
Call me crazy. Because too often stand the plight of this once pleasant. I always thought that the advantages of LDR is that I freely go with my friends wherever I want. Not necessarily always there every time. Well, it is also important but at least there must be feeling bored if every day were always together. And the important thing is to not realize I did not try to add the sin that has been piling up. LOL
And again the statement made everyone around me appreciate what I go through this.
When these are the moments where I'm missing people I love are deep in those eyes. The distance that I think could kill me slowly started to make me comfortable. I do not know why. Maybe because it used to. One day, suddenly I'm thinking with the phrase 'Can Because Familiar' maybe it's also what makes me have been living with this condition. Although I live in the most dismal periods. Why gloomy? Because every night I spent weeks with the faithful in front of the laptop just to kill time by writing a blog or just online in various other social networks. I know it's fun.
Lately I often haunted by dreams about him. Despite all the dreams it's fun and happy ending, but somehow I would often wonder what the purpose of the dream. From the dream where we were holding hands while watching the concert together, laughed off the coast, or the dreams that we contain only meet each other without talking at all.
And for the umpteenth time as well, I really hate it, oh no envy more precisely every see couples who are very intimate in front of my face. Sometimes I think 'when I can like it, do not need every day, do not need 24 hours, I only took 1 hour just to spend time with people I love. When? When? When? '
Not only me who often felt anything like it, he really is. He always says' if I could cry I'll definitely cry, how to cry? Please teach me. I want to cry '
I can only cry every read this notice. Maybe too heavy for him who first underwent LDR. I really understand it. And I really appreciate what he've done for 5 months. Without complaining, without tears, and loyal. Because that's all I need. Interdependence, trust each other, ongoing communication, and always optimistic about what we do is not be in vain.
I do not care about the survey results that prove that a successful Long Distance Relationship only 2%. Then where 98%? Well, hopefully, I will include from 2% earlier.
Faithful love is beautiful ...
All are served with either bound to receive good results as well.
Keep what you got well. Do not mind or distance or differences. Remember! Everyone has strengths and weaknesses. Your excess to cover the shortage of others, and vice versa.
Be good ya all ...
Selasa, 22 Februari 2011
Hargain Gw Dikit Bisa Kali
Pernah ga lo ngelakuin satu hal yang lo anggap sepele tapi tetep lo lakuin untuk orang yang lo sayang biar orang yang lo sayang itu ngerasa seneng dan lo tetep dianggap lo sayang sama dia?
PERNAH GA? PERNAH GAAAAAA????
Dan inilah gw. Sebisa mungkin membahagiakan semua orang yang gw sayang walaupun semua orang jarang yang berprinsip 'TAKE AND GIVE'. Yah, mengikhlaskan sesuatu untuk kepentingan dan kebahgiaan orang lain itu sebuah harga mati yang ga bisa dipaksain.
Banyak orang yang menganggap justru dari hal kecil itu kita bisa dinilai apakah kita termasuk orang-orang yang 'woth it' untuk dipertahankan.Termasuk gw juga sangat memegang teguh statement tadi.
Tapi setau gw satu hal kecil yang bisa dikategorikan 'lo worth it ga sih buat gw' itu hal-hal wajar yang masih bisa diterima oleh akal sehat. Dan ga diada-adakan.
Gw. Saat ini tengah menghadapi masa-masa dimana tingkat kesabaran gw sangat diuji. Hal-hal sepele yang menurut gw kurang begitu penting untuk menjadi sebuah masalah besar.
Sekilas teringat suatu kesalah yang gw buat. Kesalahan yang tidak sengaja lebih tepatnya.
Kesalahan yang mungkin membuat orang lain diawang-awang sehingga dia bebas meminta apa pun yang dia mau. Dan disaat gw menolak untuk mengiyakan yang dia mau. Habislah semua.
Terkadang, gw sering memanfaatkan kesalahan orang lain sebagai senjata gw. Bukan berarti gw pendendam tapi hanya salah satu cara untuk mengingatkan apa yang telah orang lain perbuat. Jahat? Memang! Pada prinsipnya semua orang hanya ingin bahagia kan?
Yang pasti, gw sadari kesalahan bukan untuk dijadikan senjata. Setiap perbuatan akan mendapat ganjaran yang setimpal. Tanpa lo sadari suatu hari nanti lo bakal melakukan kesalahan yang lebih parah dari pada orang lain. Dan selanjutnya, nikmati sisa hidup lo dengan karma.
Oh iya, satu hal yang lo semua harus tau dan sangat sadari. Membuat orang bahagia itu ga susah. Lo ga perlu berubah jadi orang lain. Lo ga perlu selalu mengiyakan setiap apa yang orang lain inginkan. Pada punya prinsip kan? So, keep it in. Biarlah prinsip lo itu hidup. Karena pada intinya, seseorang yang bisa mengahargai orang lain adalah seseorang yang tau batas atas apa yang dia inginkan. Klo lo bisa hargain diri lo, lo pasti dapetin orang yang sangat berharga. Jangan takut, orang baik akan selalu didekatkan oleh orang yang baik bahkan lebih baik.
PERNAH GA? PERNAH GAAAAAA????
Dan inilah gw. Sebisa mungkin membahagiakan semua orang yang gw sayang walaupun semua orang jarang yang berprinsip 'TAKE AND GIVE'. Yah, mengikhlaskan sesuatu untuk kepentingan dan kebahgiaan orang lain itu sebuah harga mati yang ga bisa dipaksain.
Banyak orang yang menganggap justru dari hal kecil itu kita bisa dinilai apakah kita termasuk orang-orang yang 'woth it' untuk dipertahankan.Termasuk gw juga sangat memegang teguh statement tadi.
Tapi setau gw satu hal kecil yang bisa dikategorikan 'lo worth it ga sih buat gw' itu hal-hal wajar yang masih bisa diterima oleh akal sehat. Dan ga diada-adakan.
Gw. Saat ini tengah menghadapi masa-masa dimana tingkat kesabaran gw sangat diuji. Hal-hal sepele yang menurut gw kurang begitu penting untuk menjadi sebuah masalah besar.
Sekilas teringat suatu kesalah yang gw buat. Kesalahan yang tidak sengaja lebih tepatnya.
Kesalahan yang mungkin membuat orang lain diawang-awang sehingga dia bebas meminta apa pun yang dia mau. Dan disaat gw menolak untuk mengiyakan yang dia mau. Habislah semua.
Terkadang, gw sering memanfaatkan kesalahan orang lain sebagai senjata gw. Bukan berarti gw pendendam tapi hanya salah satu cara untuk mengingatkan apa yang telah orang lain perbuat. Jahat? Memang! Pada prinsipnya semua orang hanya ingin bahagia kan?
Yang pasti, gw sadari kesalahan bukan untuk dijadikan senjata. Setiap perbuatan akan mendapat ganjaran yang setimpal. Tanpa lo sadari suatu hari nanti lo bakal melakukan kesalahan yang lebih parah dari pada orang lain. Dan selanjutnya, nikmati sisa hidup lo dengan karma.
Oh iya, satu hal yang lo semua harus tau dan sangat sadari. Membuat orang bahagia itu ga susah. Lo ga perlu berubah jadi orang lain. Lo ga perlu selalu mengiyakan setiap apa yang orang lain inginkan. Pada punya prinsip kan? So, keep it in. Biarlah prinsip lo itu hidup. Karena pada intinya, seseorang yang bisa mengahargai orang lain adalah seseorang yang tau batas atas apa yang dia inginkan. Klo lo bisa hargain diri lo, lo pasti dapetin orang yang sangat berharga. Jangan takut, orang baik akan selalu didekatkan oleh orang yang baik bahkan lebih baik.
Jumat, 18 Februari 2011
Way Back Into Love
Saat ini berbicara tentang sesuatu yang hilang dan dalam misi pencarian yang entah sampai kapan bisa ditemukan.
Kenapa harus Cinta lagi?
Kenapa Cinta melulu?
Itu saja yang terputar dikepala saya semenjak 2 minggu terakhir ini. Jujur, saya termasuk disalah satu ribuan perempuan yang masih sering GA-LAU sebelum tidur dimalam hari, Pertanyaan tidak penting seperti, ‘ Will he still love me in the morning? ‘ atau ‘ Dia bener-bener tidur atau ngapain ya? ‘ dan yang sangat sering adalah ‘ Jodoh gw siapa sih? ‘ walaupun saat ini saya mempunyai seseorang yang sangat saya sayangi.
Here I am. Sedang GALAU tingkat langit ke tujuh. Masih terlalu siang untuk GALAU-ing sepertinya yang menunjukkan pukul 7.34pm ini. I never galau like this before. Kali ini berbeda, tidak meraung-raung. Tidak menangis. Tidak sibuk membakar rokok. Tidak menutup muka dengan bantal. Tidak menatap langit dengan tatapan kosong. Tidak berusaha mencari pelampiasan emosi. Tidak seperti biasanya.
Ada apa? TERBIASA
Bukan terbiasa galaunya. Tapi terbiasa ‘begini’ ‘seperti ini’.
Saat ini bukan waktu yang tepat untuk menyalahkan satu sama lain. Dimana sama-sama merasa kehilangan sesuatu. Sadarilah, tidak akan ada habisnya saling memojokkan,
Saya juga tak tau pasti entah hilang kemana ‘kita’ yang dulu. Hari-hari terlewati begitu saja. Tidak ada yang membekas seperti dulu. Tidak ada yang berarti yang bisa bikin tersenyum seperti dulu. Tidak ada lagi tawa canda seperti dulu. Tidak ada lagi hal-hal sepele yang sering kita bicarakan seperti dulu. Tidak ada lagi ‘cini cini peyuk’ lagi seperti dulu.
Kemana ‘kita’ yang dulu?
Dimana ‘kita’ yang dulu?
Ada yang tau???
Sangat menyedihkan memang, jarak yang terlampau jauh ini mungkin menjadi salah satu kendalanya. Jenuh? Saya tidak bisa menjudge seperti itu. Terlalu sempit sepertinya seorang Iqbal merasakan jenuh. Lalu? Entah!
Saya yang selalu merasa paling benar. Dan dia yang selalu merasa terpojokkan. Kami selalu merasa tidak mau disalahkan.
Tak ada lagi yang mau mengalah.
Tak ada lagi yang mau mengairi yang lain.
Tak ada lagi yang merasa takut kehilangan.
Semua menjadi batu.
Sama-sama keras.
Dan akan hancur bersamaan. Pasti.
Lalu mau dibawa kemana keadaan yang pahit ini?
Saling diam yang kamu mau?
Memastikan apakah salah satu diantara kita masih saling membutuhkan?
Bagaimana dalam waktu diam itu salah satu diantara kita menemukan ‘mainan yang baru’ ?
Bagaimana kalau ‘mainan yang baru’ itu lebih baik menurut kita karena ‘mainan yang baru’ itu datang di waktu yang tepat? Trust me! That is not work.
Mungkin kamu menganggap bahwa jodoh ditangan Tuhan. Kalau jodoh ya ketemu lagi.
Hey! Tuhan memang mengatur semuanya. Tapi tetap manusia yang berusaha.
Toh tidak ada salahnya kan kita tetap berusaha.
‘Ini bukan saatnya kita saling diam, sayang…’
Yang saya butuhkan adalah kita mencari bersama apa yang hilang itu. Kalaupun yang kita cari tidak bisa ditemukan. Kita bisa mulai semuanya dari awal lagi. Tentunya, kalau kamu masih ingin semuanya diusahakan agar keadaan kembali seperti sedia kala.
Langganan:
Postingan (Atom)
